Kenapa dinamakan Blogspot Ulama Pewaris Nabi ? Blog ini telah diaktifkan sejak tahun 2008 dengan berlatarbelakang memberi info tentang Islam dan politik. Blog ini sentiasa berterusan memperjuangkan memberi, menwar, memapar maklumat/info/penerangan ISLAM & politik namun Ulama Pewaris Nabi adalah menjadi idola dan perlu dijadikan ikutan dan juga sebagai sempadan kebaikan yang akan menahan atau membatas kejahatan agar tidak berterusan dan disedarkan sehingga akhirnya kebaikan akan menguasai keadaan.Nama blog ini tidak mencerminkan blogernya seorang Ulama tetapi sedang berusaha dan bercita-cita ke arah itu.Amin

pasbs2

pasbs2

pasbs baner

pasbs baner

Monday, March 15, 2010

MALANG EJA DAPAT PEMBANTU ANEH & GANAS

Komen : sesekali kita baca berita dari kacamata Nusantara.

Lagi-Lagi Kasus Pembantu Rumah, Kali ini Anak Artis Malaysia Disiksa Pembantu Asal Indonesia

Kuala Lumpur – Artis Malaysia Siti Shahrizah Saifuddin (38) mengklaim anaknya yang berusia 6 bulan telah disiksa oleh pembantu asal Indonesia dan tersangka telah kabur.

Siti Shahrizah yang punya nama panggung Eja, mengadu ke polisi Mont Kiara, Kuala Lumpur, untuk mengadukan pembantu asal Medan bernama Mona. Menurut Eja, pembantu itu telah menyiksa anaknya, Nur Eishal, hingga berdarah di bibir dan luka di tangan, demikian media Malaysia, Sabtu.

Selain menyiksa anak majikannya, Mona (nama paspor) yang lebih senang dipanggil Susi itu ternyata sering merusak perabotan rumah tangga majikannya sebelum kabur pada 18 Februari 2010.

Eja mengaku kepada polisi telah menderita kerugian sekitar 50.000 ringgit (Rp137,5 juta) akibat perabotannya rusak, termasuk piring.

Eja yang terkenal pemain film “Seputih Kasih Ramadahan” itu mengaku mengambil pembantunya dari seorang agen resmi dengan membayar 6.200 ringgit (Rp17 juta). Ia mengambil pembantu dari agensi yang resmi dan keberadaan Mona adalah legal.

Kepada para wartawan, Eja mengaku tidak pernah marah dan menyiksa Susi alias Mona. Dia menegur secara baik-baik ketika melihat beberapa perabotannya terdapat goresan benda tajam dan perabotan elektronik banyak yang rusak.

Ia mulai curiga saat pembantunya lebih senang dipanggil Susi dibandingkan nama yang tertera di paspornya Mona. Dalam paspor usia Mona 29 tahun tapi melihat wajah dan tingkah lakunya masih di bawah usia tersebut.

Menurut dia, Mona alias Susi merusak perabotan rumahnya mulai dari pintu kamar, tangga, lantai hingga barang elektronik setiap kali ditegur.

Beberapa media cetak seperti Berita Harian dan Harian Metro menempatkan berita tersebut di halaman satu

No comments: